Lupa Membaca Basmalah Sebelum Makan, Apakah Makanan Menjadi Tidak Berkah?

Makan merupakan aktivitas sehari-hari yang sering dilakukan hampir tanpa berpikir panjang. Karena sudah menjadi kebiasaan, seseorang terkadang langsung menyantap makanan hingga beberapa suapan sebelum sadar bahwa ia belum membaca basmalah.

Lalu muncul pertanyaan: kalau lupa membaca basmalah sebelum makan, apakah makanan tersebut menjadi tidak berkah? Apakah harus berhenti makan, atau justru ada bacaan yang bisa diamalkan ketika baru teringat?

Islam memberikan tuntunan yang cukup jelas mengenai persoalan ini. Membaca basmalah sebelum makan merupakan bagian dari adab yang diajarkan Nabi Muhammad ﷺ. Namun, orang yang lupa tidak perlu panik atau menganggap makanannya menjadi haram ataupun otomatis kehilangan keberkahan.

Membaca Basmalah Sebelum Makan Adalah Tuntunan Nabi

Nabi Muhammad ﷺ mengajarkan adab makan kepada umatnya, di antaranya menyebut nama Allah, menggunakan tangan kanan, dan makan dari bagian yang berada di dekatnya.

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Umar bin Abi Salamah, Nabi ﷺ bersabda:

“Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah apa yang ada di dekatmu.”

Hadis tersebut menunjukkan pentingnya mengingat Allah ketika hendak makan.

Menyebut nama Allah sebelum makan juga bukan sekadar kebiasaan. Ia mengingatkan seorang Muslim bahwa makanan yang sedang dinikmati merupakan rezeki dari Allah, sehingga aktivitas makan tidak hanya menjadi kegiatan fisik, tetapi juga bagian dari kehidupan yang dijalani dengan kesadaran kepada-Nya.

Al-Qur’an pun memerintahkan manusia untuk mengonsumsi makanan yang halal dan baik.

Bagaimana Jika Basmalah Terlupa?

Inilah bagian yang sering membuat orang khawatir.

Jika seseorang benar-benar lupa membaca basmalah ketika mulai makan, ia tidak perlu menghentikan makanan atau menganggap makanan tersebut menjadi tidak halal.

Ketika baru teringat di tengah makan, Nabi ﷺ mengajarkan bacaan:

بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

Bismillāhi awwalahu wa ākhirahu

Artinya: “Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya.”

Tuntunan ini menunjukkan bahwa lupa bukan alasan untuk berputus asa. Ketika seseorang tersadar bahwa ia belum menyebut nama Allah, ia dapat segera mengingat Allah dan melanjutkan makan.

Dengan demikian, persoalannya bukan sekadar apakah basmalah sempat dibaca tepat sebelum suapan pertama, tetapi bagaimana seorang Muslim tetap berusaha menjaga adab kepada Allah.

Apakah Makanan Menjadi Tidak Berkah Karena Lupa Basmalah?

Tidak tepat jika setiap orang yang lupa membaca basmalah langsung menyimpulkan bahwa makanannya pasti tidak berkah.

Keberkahan adalah perkara yang luas. Tidak semestinya satu kelupaan dalam adab makan dijadikan dasar untuk memastikan bahwa seluruh makanan kehilangan keberkahannya.

Hadis Nabi ﷺ memang menjelaskan keutamaan menyebut nama Allah ketika makan. Dalam hadis riwayat Muslim, Nabi ﷺ menerangkan bahwa ketika seseorang masuk rumah dan menyebut nama Allah, serta menyebut nama Allah ketika makan, setan tidak mendapatkan kesempatan untuk menjadikan rumah itu sebagai tempat bermalam dan makan.

Hadis tersebut menunjukkan bahwa menyebut nama Allah ketika makan memiliki manfaat dan keutamaan yang besar.

Namun, orang yang lupa berbeda dengan orang yang sengaja meremehkan tuntunan tersebut.

Karena itu, seorang Muslim sebaiknya tidak membebani dirinya dengan kekhawatiran berlebihan ketika lupa. Begitu ingat, segera membaca basmalah sebagaimana tuntunan Nabi ﷺ.

Jangan Sampai Lupa Membawa pada Waswas

Persoalan sederhana seperti ini terkadang justru dapat menjadi sumber waswas.

Seseorang mungkin berpikir:

“Tadi sudah baca basmalah atau belum?”

Kemudian ia mengulang-ulang pertanyaan tersebut sampai merasa ragu terhadap setiap kali makan.

Islam tidak mengajarkan seorang Muslim untuk hidup dalam kecemasan karena perkara kecil yang terjadi tanpa sengaja.

Jika memang lupa, solusinya sederhana: ketika ingat, baca basmalah dan lanjutkan makan.

Tidak perlu membuang makanan, tidak perlu mengulang makanan dari awal, dan tidak perlu menganggap diri telah melakukan dosa besar hanya karena kelupaan tersebut.

Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan agar pada kesempatan berikutnya lebih mudah mengingat Allah sebelum makan.

Bagaimana Jika Baru Ingat Setelah Beberapa Suapan?

Misalnya seseorang sudah makan tiga atau empat suapan, kemudian tiba-tiba sadar bahwa ia belum membaca basmalah.

Dalam keadaan seperti ini, ia dapat langsung membaca:

Bismillāhi awwalahu wa ākhirahu.

Setelah itu, makan dapat dilanjutkan seperti biasa.

Tuntunan tersebut merupakan bentuk kemudahan dalam syariat. Manusia memang dapat lupa. Islam tidak menuntut manusia memiliki ingatan yang sempurna dalam setiap keadaan.

Justru ketika seseorang segera mengingat Allah setelah menyadari kelupaannya, hal itu menunjukkan adanya perhatian terhadap adab makan.

Bagaimana Jika Sengaja Tidak Membaca Basmalah?

Ini berbeda dengan kondisi lupa.

Membaca basmalah sebelum makan merupakan tuntunan Nabi ﷺ dan termasuk adab yang hendaknya dijaga seorang Muslim. Karena itu, jangan menjadikan adanya keringanan bagi orang yang lupa sebagai alasan untuk sengaja meninggalkannya.

Nabi ﷺ secara langsung mengajarkan kepada Umar bin Abi Salamah agar menyebut nama Allah sebelum makan.

Maka sikap yang baik adalah membiasakan diri membaca “Bismillah” sebelum mulai makan.

Kalaupun sesekali terlupa, jangan larut dalam rasa bersalah. Segera lakukan tuntunan ketika teringat.

Apa Hubungannya dengan Keberkahan Makanan?

Keberkahan makanan tidak hanya berkaitan dengan satu bacaan sebelum makan.

Seorang Muslim juga perlu memperhatikan asal makanan, kehalalannya, cara memperolehnya, cara mengonsumsinya, serta sikap hati ketika menikmati rezeki tersebut.

Al-Qur’an memerintahkan manusia untuk memakan makanan yang halal dan tayyib, yaitu makanan yang halal dan baik.

Karena itu, jangan sampai seseorang begitu khawatir karena lupa membaca basmalah tetapi pada saat yang sama tidak peduli apakah makanan yang dikonsumsi diperoleh dengan cara yang halal.

Membaca basmalah merupakan bagian dari rangkaian adab. Ia sebaiknya berjalan bersama usaha mencari rezeki yang halal, menghindari makanan yang haram, tidak berlebihan, dan mensyukuri nikmat Allah.

Cara Sederhana Agar Tidak Lupa Membaca Basmalah

Karena makan dilakukan setiap hari, kebiasaan sederhana dapat membantu seseorang lebih mudah mengingat basmalah.

Pertama, jangan langsung menyentuh makanan begitu makanan tersedia. Biasakan berhenti sejenak, mengingat Allah, kemudian membaca “Bismillah”.

Kedua, jadikan basmalah sebagai bagian otomatis dari rutinitas makan. Sama seperti seseorang terbiasa mencuci tangan sebelum makan, basmalah juga dapat dibuat sebagai kebiasaan.

Ketiga, ajari anak sejak kecil. Nabi ﷺ sendiri mengajarkan adab makan kepada Umar bin Abi Salamah dengan cara yang sederhana dan langsung.

Keempat, jangan mempermalukan orang yang lupa. Jika melihat anggota keluarga atau teman langsung makan tanpa membaca basmalah, lebih baik mengingatkannya dengan lembut daripada mencela.

Kelima, jangan berlebihan dalam menghadapi kelupaan. Jika sudah sadar dan membaca bacaan yang diajarkan ketika lupa, lanjutkan makan dengan tenang.

Kesimpulan

Lupa membaca basmalah sebelum makan tidak berarti makanan otomatis menjadi tidak berkah, haram, atau harus dibuang.

Membaca basmalah sebelum makan merupakan tuntunan Nabi ﷺ yang memiliki keutamaan dan hendaknya dibiasakan. Namun, ketika seseorang lupa, ia tidak perlu panik.

Begitu teringat saat masih makan, ia dapat membaca:

“Bismillāhi awwalahu wa ākhirahu.”

Pelajaran pentingnya adalah bahwa Islam mengajarkan manusia untuk mengingat Allah dalam aktivitas sehari-hari sekaligus memberikan kemudahan ketika terjadi kelupaan.

Jadi, jangan menjadikan kelupaan sebagai alasan untuk meremehkan sunnah, tetapi jangan pula menjadikannya sumber waswas. Biasakan membaca basmalah sebelum makan, dan jika suatu saat lupa, segera ingat Allah ketika tersadar.

Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *