Umat Islam memiliki latar belakang, pengalaman, dan pandangan yang beragam. Perbedaan pilihan dalam persoalan sosial maupun pendapat keagamaan kadang menimbulkan ketegangan. Padahal, persaudaraan tidak harus menunggu semua orang memiliki pandangan yang sama.
Mengutamakan adab dan persamaan
Setiap Muslim dapat memulai dengan menghindari prasangka, hinaan, dan penyebaran tuduhan tanpa bukti. Dengarkan penjelasan pihak lain sebelum menilai. Jika berbeda pendapat, sampaikan alasan dengan bahasa yang santun dan rujukan yang jelas.
Persamaan dalam iman, kemanusiaan, dan kepentingan menjaga masyarakat dapat menjadi titik temu. Kerja sama dalam pendidikan, bantuan sosial, kebersihan lingkungan, dan penanggulangan bencana tetap dapat dilakukan tanpa harus menyeragamkan semua pandangan.
Mengelola perbedaan secara dewasa
Jika perbedaan berkaitan dengan hukum agama, rujuk kepada ulama dan lembaga yang kompeten. Hindari mengambil potongan pernyataan untuk menyerang kelompok lain. Dalam persoalan publik, musyawarah dan mekanisme yang sah membantu mencegah konflik.
Ukhuwah juga menuntut kesediaan memperbaiki hubungan ketika terjadi kesalahpahaman. Meminta maaf, mengklarifikasi kabar, dan menghentikan provokasi merupakan langkah yang dapat dilakukan setiap orang.
Persaudaraan bukan sekadar slogan. Ia tampak ketika umat mampu menjaga kehormatan sesama, bekerja sama dalam kebaikan, dan menyelesaikan perbedaan tanpa mengorbankan kedamaian masyarakat.
