Dalam muamalah, kesepakatan menjadi dasar hubungan antara pihak yang bertransaksi. Akad membantu menjelaskan apa yang dipertukarkan, berapa nilainya, serta hak dan kewajiban masing-masing. Ketidakjelasan dapat memicu perselisihan bahkan ketika kedua pihak awalnya berniat baik.
Pastikan unsur transaksi dipahami
Para pihak perlu mengetahui objek transaksi, harga atau imbalan, cara pembayaran, waktu penyerahan, dan syarat penting lainnya. Barang atau jasa yang diperjualbelikan juga harus memenuhi ketentuan yang berlaku. Jangan menyetujui sesuatu yang belum dipahami hanya karena terburu-buru.
Dalam transaksi digital, simpan bukti pesanan, deskripsi, percakapan, dan konfirmasi pembayaran. Ketentuan pembatalan atau pengembalian sebaiknya dibaca sebelum menekan tombol persetujuan.
Hindari paksaan dan penyembunyian informasi
Persetujuan perlu diberikan secara sadar. Penjual tidak boleh sengaja menyembunyikan informasi penting, sedangkan pembeli perlu menyampaikan data yang benar. Jika terdapat perubahan kesepakatan, komunikasikan dan dapatkan persetujuan pihak terkait.
Akad yang jelas menjaga kepercayaan. Prinsip ini relevan dalam jual beli sederhana maupun kerja sama usaha yang lebih kompleks.
