DWQA QuestionsCategory: QuestionsCara Menggugurkan Hamil dengan Doa Beserta Hukum-hukunya
Haji Kates asked 3 months ago

Cara Menggugurkan Hamil dengan Doa Beserta Hukum-hukunya- Menggendong janin
adalah kebahagiaan bagi seorang ibu. Janin merupakan amanah dari Allah SWT untuk dirawat
dengan baik. Tidak jarang seorang wanita menjadi lemah saat menjalankan proses kehamilan,
karena janin yang berada di dalam rahim juga rentan mengalami keguguran.
 
Konsultasi Klik https://api.whatsapp.com/send?phone=6281911231551

Namun tidak semua orang ingin mempertahankan kehamilanya, bahkan banyak dari sebagian
orang yang ingin menggugurkan kandungan dengan alasan kehamilan yang tidak di inginkan.
Oleh karena itu, apabila seseorang yang ingin menggugurkan kandungan dengan Cara
Menggugurkan Hamil dengan Doa atau tidak menggunakan obat aborsi, maka banyak dari
sebagian orang yang melakukan aborsi dengan mereka berdoa kepada Allah SWT.
Bagaimana Cara Menggugurkan Hamil dengan Doa?
Agar terjadi sesuatu pada kehamilannya bahkan keguguran pada kandungan tersebut cepat
terjadi. Sementara, perlu Anda ketahui bahwa menurut hukum tidak memperbolehkan seorang
wanita untuk menggugurkan kandungan atau mengakhiri kehamilannya, kecuali dengan syarat
tertentu.
Pada artikel ini, selain kamu menjelaskan tentang Cara Menggugurkan Hamil dengan Doa,
akan kami jelaskan juga tentang hukum bagi seorang wanita yang ingin melakukan aborsi atau
menggugurkan kandunganya. Adapun hukum- hukum menggugurkan kandungan, sebagai
berikut :
Hukum Aborsi di Usia 120 Hari
Para ulama sepakat (ijmak) tentang larangan mutlak yang melakukan aborsi jika usia janin lebih
dari 120 hari. Karena saat ini fase ke-3 sudah selesai dan semangat sudah ditiupkan ke janin.
Artinya janin sedang bernapas. Sementara membunuh janin pada usia ini sama dengan
membunuh manusia yang hukumannya adalah dosa berat. Kecuali dalam situasi di mana tidak
melakukan aborsi akan membahayakan kenyamanan ibu.
Hukum Aborsi Sebelum 120 Hari
Adapun hukum menggugurkan janin di bawah usia 120 hari tetap haram, karena jika melakukan
aborsi di usia tersebut sama dengan memutus keturunan kecuali jika ada alasan yang dibenarkan
syariah atau untuk mencegah terjadinya kerugian bagi keturunan. Jadi, tidak ada celah dalam
Islam yang mengizinkan aborsi. Namun, ada pula sejumlah perbedaan pendapat terkait aborsi
janin yang usianya belum mencapai 120 hari atau sebelum hembusan semangat hidup, sebagai
berikut:
 Hukum secara mutlak diperbolehkan
Hukum ini merupakan pendapat dari beberapa cendekiawan sekolah Hanafi. Alasannya karena
pada usia janin di bawah 120 hari, janin tersebut masih belum terbentuk (ما لم يتخلق شيء منه).
Namun banyak pendapat mazhab Hanafi bahwa hal ini diperbolehkannya aborsi jika ada udzur
atau alasan yang dapat diterima dalam syariah.
Sementara beberapa sarjana sekolah Hanbali memperbolehkan aborsi pada fase pertama
kehamilan, yaitu fase nuthfah (40 hari pertama). Menurut Ibn Aqil, kandungan sebelum ruh
ditiup hal ini dibolehkan untuk di lakukan. Sedangkan menurut pendapat yang membolehkan
melakukan aborsi sebelum 120 hari di sekolah Syafi'i, Maliki dan Hanbali pada umumnya
dikaitkan dengan keberadaan udzur.
 Hukum adalah makruh secara mutlak
Hukum ini merupakan pendapat Ali bin Musa dari mazhab Hanafi dan salah satu pendapat
mazhab Syafi'i. Menurut beberapa ulama, sekolah Maliki memang makruh untuk melakukan
aborsi sebelum usia kandungan 40 hari.
 Hukum itu benar-benar haram
Sementara menurut pendapat utama (mu'tamad) mazhab Maliki. Ad-Dardir dari sekolah Maliki
mengatakan bahwa tidak dibolehkan mengeluarkan sperma yang sudah masuk rahim meski
usianya belum mencapai 40 hari.
Sementara orang yang melakukan itu akan didenda dalam bentuk ghurrah dan lebih bagus lagi
jika selain ghurrah mereka juga membayar kaffarah. Pendapat utama (mu'tamad) mazhab Syafi'i
juga melarang untuk menggugurkan kandungan meski masih dalam fase nuthfah (40 hari
pertama) karena ketika sperma sudah mengendap di dalam rahim itu sedang dalam proses
terbentuk secara fisik (takhalluq) dan siap menerima nafas roh.
Pendapat utama sekolah Hanbali juga melarang aborsi secara mutlak setelah fase nuthfah (40
hari pertama). Seperti yang disebutkan oleh Al-Jauzi, Ibn Aqil, dan Ibn Qudamah. Sekolah
Hanbali memutuskan bahwa siapa pun yang melakukan aborsi atau mengakhiri kehamilanya
akan dihukum dengan membayar kaffarah dan ghurrah.
Meskipun abirsi dilakukan dengan Cara Menggugurkan Hamil dengan Doa, namun dia akan
tetap didenda karena kaffarah dan ghurrah. Jika orang lain yang menyebabkan aborsi, maka
orang tersebut yang membayar kaffarah dan ghurrah.
 Hukum Aborsi yang Disebabkan Karena Zina
Imam Ramli dari mazhab Syafi'i berpendapat bahwa boleh menggugurkan janin dari zina yang
usianya belum 120 hari
Apakah Kaffarah dan Ghurrah dalam Melakukan Aborsi dengan Cara
Menggugurkan Hamil dengan Doa?
Kaffarah dan Ghurrah
Atas anggapan yang melarang untuk melakukan abors, meski dalam tahap sebelum 120 hari dari
sekolah Maliki dan Hanbali, pelaku aborsi akan didenda dengan kaffarah dan ghurrah. Adapun
arti dari kedua istilah ini, sebagai berikut :
 GHURRAH:
Ghurrah adalah budak kecil yang memiliki akal sehat (normal) yang secara fisik sempurna
(bukan cacat). Ghurrah adalah denda yang harus dibayar oleh pelaku yang menyebabkan
terjadinya aborsi. Hal ini dibayarkan kepada ahli waris dari janin atau calon bayinya kecuali
ibunya (jika yang menggugurkan kandungan adalah ibunya). Karena saat ini sudah tidak ada lagi
budak, maka diganti dengan harta benda senilai budak yaitu 212,5 gram emas atau uang dengan
nilai 212,5 gram emas.
 KAFFARAH:
Kaffarah atau kafarat adalah denda yang dikenakan kepada pelaku dosa berupa sedekah, sholat
atau lainnya. Khusus bagi pelaku aborsi kaffarahnya adalah membebaskan budak atau puasa
selama 2 bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang dhuafa.
 DIYAT
Diyat adalah denda yang berupa harta benda atau yang dikenakan kepada si pembunuh dan
diberikan kepada korban atau ahli warisnya karena penyebab pembunuhan itu. Jadi, diyat adalah
istilah lain untuk hukuman atau denda. Sedangkan nilai denda atau denda bergantung pada
kesalahannya. Sedangkan ghurrah merupakan bentuk hukuman bagi pelaku aborsi.
Oleh karena itu, dapat disilmpulkan dari pembahasan yang telah kami jelaskan tentang cara
menggugurkan hamil dengan doa beserta hukumnya bahwa para ulama sepakat bahwa aborsi
dilarang jika kandungan mencapai 120 hari. Para ulama memiliki pendapat yang berbeda tentang
hukum aborsi atau menggugurkan kehamilan yang belum mencapai usia kehamilan 120 hari.
Hal yang harus Anda pahami bahwa Anda harus hati-hati dalam memahami Cara
Menggugurkan Hamil dengan Doa. Karena jika Anda memaksakan diri untuk melakukan hal
tersebut, maka telah di jelaskan bahwa menurut mazhab Maliki dan Hanbali ini, penggugat
diwajibkan untuk membayar kaffarah dan ghurrah, yaitu budak kecil atau emas senilai 212,5
gram atau uang sejumlah itu.
Namun, di antara ulama yang melarang aborsi, menurut pandangan mazhab Syafi'i, tidak
mewajibkan membayar denda untuk ghurrah dan kaffarah. Selain itu, ada pendapat yang
memiliki sifat permisif, sehingga hal ini diperbolehkan dengan syarat kasus kehamilan akibat
perzinahan, Imam Ramli dari mazhab Syafi'i memperbolehkan melakukan aborsi sebelum usia
kehamilan mencapai 120 hari dengan Cara Menggugurkan Hamil dengan Doa.
 
Konsultasi Klik https://api.whatsapp.com/send?phone=6281911231551