Kolaborasi MUI dan KOMINFO mencetak Konten Kreator Islami

Cibubur, Majelis Ulama Indonesia (MUI) berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Informasi Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kementrian Komunikasi dan Informatika (kominfo) dalam Workshop konten Kreatif bertajuk : Bangkit dari Covid-19 dengan Nalar dan Aksi Bersama Berlandaskan Nilai-Nilai Islam dan Fatwa MUI.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 4-6 November 2021 di Hotel Avenzel, Cibubur, Jawa Barat ini diikuti oleh 27 MUI Kab/Kota se-Jawa Barat, perwakilan MUI DKI Jakarta, perwakilan MUI Jawa Tengah, perwakilan MUI Banten, perwakilan MUI Bengkulu dan perwakilan MUI Lampung.

Dari pelatihan yang ada, workshop konten kreatif yang diadakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Informasi Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bertajuk : Bangkit dari Covid-19 dengan Nalar dan Aksi Bersama Berlandaskan Nilai-Nilai Islam dan Fatwa MUI ini menyasar generasi Muda di jajaran Pengurus MUI se-Indonesia untuk menjadi Mujahid Digital untuk me-nusantarakan Konsep Islam Wasathiyah.

KH Mabroer selaku Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi MUI mengatakan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk menopang agar penyelesaian Covid-19 bisa berjalan secara berkesinambungan.

“Kegiatan ini diadakan agar penyelesaian penanganan Covid-19 bisa simultan, dalam penanganan Covid-19, MUI menghimbau bukan hanya menerapkan 3 M, memakai masker, menjaga jarak, dan mancuci tangan, juga mentaati ulama dan umaro,” katanya.

Dengan adanya kegiatan Workshop konten kreatif ini output yang diharapkan adalah lahirnya para content creator islami yang mampu meng-counter hoax dan membumikan Islam Wasathiyah di Indonesia dengan berbagai media, metode dan situasi yang ada. (mui)

One thought on “Kolaborasi MUI dan KOMINFO mencetak Konten Kreator Islami

  1. Batara Indra says:

    Yang saya hormati bpk ustadz tempat
    Berikut ini adalah pendapat atau unek2 saya mudah2an mendapat tanggapan dari Aa.

    Jika kita mau berusaha lebih cermat dan lebih yakin maka langkah kitapun terarah mendekati Allah dan optimis memperoleh pertolonganNya

    Orang2 banyak berbondong menaati aturan karena ingin memperoleh perlindungan dari ancaman bahaya seperti wabah penyakit dan ada juga sebagian orang yg tidak ikut karena prinsip dan iman setiap orang berbeda sehingga sebagian orang2 mukmin beranggapan bahwa aturan2 itu akan membawanya kepada kerugian dan kesesatan yg mana kebanyakan orang tidak menyadari, sebagaimana Allah swt berfirman ; Sekiranya kamu mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi niscaya mereka akan menyesatkan mu (Qs16:116).
    Oleh karena itulah sebagian orang2 mukmin berkeyakinan bahwa berusaha memperoleh perlindungan dgn melakukan pendekatan kepada Allah akan memperoleh hasil yg lebih baik dan kekal sekaligus memperoleh kesempatan menigkatkan kwalitas dan kwantitas amal ibadah kepada Allah yg akan membawanya ke gerbang bahagia dunia dan akhirat. Apakah kesempatan ini telah diabaikan oleh mereka yg mendukung dan menaati aturan2 itu yg berasal dari para ahli, para pakar yg dominan orang2 tidak beriman ?
    renungan kita Qs40:60

Leave a Reply

Your email address will not be published.