Alumni 212, Ustadz Tengku Zulkarnain Meninggal Dunia, Sekum MUI Jabar; Sosok Aktivis Dakwah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Meninggalnya Ustadz Tengku Zulkarnain di Rumah Sakit Tabrani, Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin (10/5/2021) menyisakan duka bagi siapa pun yang mengenal sosok almarhum.

Pasalnya, menurut informasi yang dihimpun Tribun Jabar, Ustadz Tengku Zulkarnain menghembuskan nafas terakhirnya setelah sepekan menjalani perawatan akibat terpapar covid-19.

Rasa kehilangan pun dirasakan oleh Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, Rafani Akhyar.

Bahkan, dirinya baru mengetahui kabar tersebut dari sang istri selepas menunaikan salat tarawih di masjid sekitar kediamannya, sehingga cukup terkejut dengan adanya informasi tersebut.

“Pertama saya ingin menyampaikan turut bela sungkawa dan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian almarhum, Innalilahi wa innailaihi raji’un. Saya berdoa semoga segala amal ibadah, iman dan Islamnya almarhum diterima oleh Allah SWT,  diampuni segala dosanya, juga ditempatkan pada tempat yang mulia di sisi Allah. Dan kepada keluarga yang ditinggalkan semoga Allah memberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Senin (10/5/2021).

Menurut pandangannya, semasa hidup, almarhum merupakan sosok yang tegas dan teguh dalam pendiriannya terhadap sesuatu apapun yang diyakininya benar.

Sehingga, Ustadz yang akrab disapa dengan sebutan Tengku Zul itu, memiliki rutinitas kegiatan yang sangat aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan.

Bahkan, Tengku Zul pun pernah diamanahi sebagai salah satu pengurus harian pada tahun 2015 lalu, dengan jabatan wakil Sekjen MUI Pusat.

Dimana, saat itu Tengku Zul mewakili Ormas Islam Mathla’ul Anwar. “Saya melihat beliau merupakan sosok aktivis dakwah ya, yang mobilitasnya luar biasa, beliau juga sosok yang pendiriannya teguh dan konsisten. Yang saya tahu kan beliau ini kan di Medan, tapi aktivitas kegiatannya di Jakarta itu sangat luar biasa dan merupakan inisiatif sendiri untuk dapat terus menyebarkan dakwah di ibukota negara (Jakarta) ini,” ucapnya.

Disamping dikenal sebagai aktivis dakwah, Tengku Zulkarnain juga dikenal oleh para sejawatnya sebagai seorang pengusaha di bidang kesehatan, yang memiliki beberapa apotek dan klinik kesehatan. 

Meksipun beberapa pihak di luar sana juga mengenal sosok beliau sebagai tokoh yang kontroversi dalam memberikan dakwahnya.

Bahkan beberapa kali secara terbuka, almarhum silang pendapat dengan beberapa tokoh agama lainnya terkait menanggapi sebuah isu yang tengah terjadi. 

“Namun dibalik itu semua, semua pihak mengakui bahwa almarhum merupakan tokoh yang sangat total dalam menjalankan segala aktivitas dan tugas yang diberikan kepadanya,” ucapnya.

Disinggung terkait pertemuan atau komunikasi terakhir dengan Tengku Zul, Rafani mengaku, hal itu terjadi sekitar dua tahun lalu, dimana dalam kegiatan 

Rakernas V MUI di NTB, bulan Oktober 2019 atau setelah Musyawarah Nasional digelar.

Selain itu, Tengku Zul pun dikenal merupakan garda terdepan atau bagian dari aktivis 212. 

“Apapun profil beliau semasa hidup, perlu kita sadari bahwa kematian hanya hitungan waktu yang dapat kapan saja datang bila sudah waktunya. Selain itu, almarhum juga meninggal karena terpapar covid-19, sehingga ini pun harus menjadi pembelajaran bagi kita semua, bahwa covid-19 ini tidak pandang bulu atau tebang pilih dalam menyerang, baik itu rakyat kecil, pejabat, orang alim atau siapapun. Maka dari itu, kita tetap harus memperhatikan disiplin protokol kesehatan dalam rangka ikhtiar mencegah tertularnya dari wabah yang berbahaya ini,” katanya.


Penulis: Cipta Permana
Editor: Siti Fatimah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *