Aliran Islam Bai’at Selatan Jawa Barat, Hati-hati!!

Pada tanggal 9 Oktober 2017 bertempat di auditorium LPPOM MUI Prov. Jawa Barat, diadakan diskusi pembahasan mengenai aliran sesat yang berkembang di daerah selatan Jawa Barat tepatnya di daerah Garut Selatan. Berawal dari banyaknya laporan masyarakat baik kepada pihak MUI Provinsi ataupun kepada pihak MUI Kab. Garut, akhirnya tim MUI Kab. Garut mendapatkan banyak informasi mengenai aliran yang berkembang ini.

Diskusi yang dilakukan oleh pihak MUI Kab. garut dan MUI Prov. Jawa Barat ini dihadiri langsung oleh pihak KANWIL KEMENAG PROVINSI JAWA BARAT akhirnya memberi pencerahan kepada kita tentang aliran Islam Bai’at yang berkembang cukup pesat akhir-akhir ini di daerah selatan Jawa Barat Khususnya Garut Selatan. Ketua Umum MUI Kab. Garut KH. Sirojul Munir menjelaskan mengenai Islam Bai’at yang berkembang dengan beberapa point yaitu :

Pertama, aliran Islam Bai’at yang berkembang di garut selatan ini ternyata berasal dari Gerakan DI/NII/TII (Darul Islam/Negara Islam Indonesia/Tentara Islam Indonesia) dan berpusat di Garut Selatan dan Tasikmalaya. Sebagaimana kita tahu sejarah dari gerakan ini adalah menginginkan berdirinya NKRI dengan yang berdasarkan Islam dan Hukum Islam.

Kedua, gerakan DI/NII/TII ini pada tahun 1962 pecah menjadi dua kelompok yaitu “Fii Sabilillah” dan “Fillah”. Secara garis besar, kedua dasar pemikirannya tetap sama dan hanya memiliki perbedaan beberapa point saja. kedua gerakan ini meiliki sistem perekrutan anggota yang sama seperti MLM namum jalur perekrut diputus sehingga sulit menelusuri siapa yang memimpin dua gerakan ini sekarang. Keduanya tetap meng-kafir-kan orang yagn tidak masuk kedalam alirannya.

Ketiga, kasus Sensen Komara Bakar Misbah yang telah naik di persidangan karena mengaku Nabi/mengaku imam mahdi ternyata ada kaitannya dengan gerkan ini, dia menjadi ketua gerakan “Fillah” (mengaku sebagai presiden di gerakan DII/NII “fillah”) bahkan hingga saat ini. Kasus yang sedang berjalan sekarang justru terhambat karena ada diagnosa seorang dokter yang menyatakan bahwa ia mengalami gangguan kejiwaan.

Data-data yang diberikan KH. Sirojul Munir tersebut sangat memberikan pencerahan bagi semua dan juga kewaspadaan kepada umat Islam tentang suatu aliran yang jauh dari akidah islamiyah terlebih meng-kafir-kan orang lain yang bukan termasuk alirannya. Berikut Sekilas data yang didapat dari perkembangan investigasi aliran Islam bai’at di daerah selatan Jawa Barat. Langkah selanjutnya kami (MUI) akan menindak di lapangan bersama pihak kepolisian Jawa Barat dalam waktu dekat. Semoga Allah senantiasa memberikan pertolangan dan kelancaran untuk menegakkan agama-Nya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *