Aking Saputra telah meminta maaf, kasus ini jangan dibesar-besarkan

Selasa, 4 September 2017 pihak MUI Kab. Karawang atas dasar dorongan beberapa elemen dan ormas islam Mendatangi MUI Jawa Barat untuk permasalahan Aking Saputra dengan pendugaan penistaan agama. Dalam masalah ini, Aking Saputra dalam akun Facebooknya “Aking Saputra” menulis postingan sebagai berikut :

“POLIGAMI DALAM ISLAM

Saya mengulang kembali pelajaran hukum Islam yg saya pelajari 35th lalu di FH UI dari Prof Hazarain dan Prof Sayuti Talib.

Ayat ayat Quaran harus dipahami menurut asbabun nuzulnya.

Nuzul dalam bhs Arab artinya turun, maka ada kata bentukan “pemakzulan”, nuzulul Quran 17 Ramadhan.

Asbabun nuzul, sebab sebab turunnya suatu ayat Quran. Surat Annisa ttg poligami turun setelah perang Uhud. dimana pasukan nabi kalah, dan banyak para sahabat yang mati dalam perang. Janda jandanya yang punya anak, diurus oleh para sahabat yang masih hidup, sehingga, daripada terjadi sesuatu yg buruk antara mereka, diperintahkanlah para sahabat itu mengawini janda janda yang punya anak yatim tsb.

oleh karena itu, menurut asbabun nuzulnya, poligami dalam Islam itu adalah dg janda yang punya anak yatim dg tujuan memelihara anak yatim” (Kutipan dari akun facebook Aking Saputra).

Postingan tersebut memicu kemarahan umat muslim yang menganggap Aking menistakan agama dengan menuliskan penafsiran seperti itu, ini yang menjadi landasan MUI Kab. Karawang berkonsultasi langsung kepada pihak MUI Prov. Jawabarat. MUI Kab. Karawang Juga membawa surat pernyataan permohonan maaf Aking Saputra diatas materai yang menyatakan bahwa dirinya meminta maaf sebesar-besarnya atas kekhilafan yang dilakukannya karena kurangnya wawasan yang ia miliki.

Atas dasar ini, pihak MUI Jawa Barat menyarankan MUI Kab. Karawang untuk menyelesaikan kasus ini secara damai tanpa melalui proses hukum, karena yang bersangkutan sudah meminta maaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *